Hello.

Jul 22, 2014

tsamthepoet:

The world stands with Palestine.

Jul 16, 2014

my-sacred-inspirations:

Story of Palestine Gaza!!

(via myhalalbacon)

Jul 16, 2014

loveallahfirst:

ibtasem:

yasminetarek:

بلال من بلجيكا..أصابه الله بالسرطان بعد إسلامه فاعتبر المرض علامة الرضا والقبول من الله

الله :)

THIS IS AMAZING

subhanAllah this is amazing.

(Source: buthaina74)

Jul 16, 2014

rifkihidayat:

Kebiasaan orang kaya

rifkihidayat:

Kebiasaan orang kaya

Jul 9, 2014

"Niat mencari harta akan menjadikan seorang profesional sukses secara materi, tetapi gagal dalam hal yang lain dan jauh dari keberkahan. Sebaliknya, jika seseorang mengejar impian profesionalnya dipenuhi dengan jiwa qana’ah dan ridha pada Allah, keberkahan akan datang dengan sendirinya."

—Sakinah Finance (via aliyahani)

Jul 9, 2014

asepmaulanaismail:

Sebuah perenungan… 10 Ramadhan…

Maka hari ini, jika puasa terasa melemahkan, jika tarawih melelahkan, jika tilawah memayahkan, mari menatap sejenak ke arah Mesir dan Suriah.

Sebab mereka nan mewakili kita di garis depan iman, dibakar musim panas, direpotkan hajat, dicekam ancaman, disuguhi besi dan api, tapi teguh.

Mereka nan darahnya mengalir dengan tulang pecah, tapi tak hendak membatalkan shaum sebab ingin syahid berjumpa Rabbnya dalam keadaan puasa.

Mereka gadis-gadis belia yang menulis nama di tangannya, agar jika syahadah menjemput dan jasad remuk tiada yang susah bertanya siapa namanya.

Hari ini ketika kolak dan sop buah tak memuaskan ifthar kita, tataplah sejenak ke negeri yang kucing pun jadi halal karena tiadanya makanan.

Hari ini sungguh kita ditampar Allah dengan Mesir, dengan kepahlawanan mereka nan lebih suka bertemu Allah daripada hidup membenarkan tiran.

Hari ini sungguh kita ditampar Allah dengan Suriah, ketika kisah Ibu yang memasak batu dan menidurkan anaknya dalam hujan peluru adalah fakta.

Sebab mungkin 60 tahun penjajahan kiblat pertama, masjid suci ketiga, dan penzhaliman atas ahlinya belum utuh mencemburukan hati imani kita.

Hari ini kami minta izin pada Shalih(in+at) tuk memohon, bagian dari kepedulian itu

- Salim A. Fillah

(via catatanbesarku)

Jul 4, 2014

Jul 4, 2014

but you didn’t :”)

(Source: 9GAG, via fitriarahmaani)

Jul 4, 2014

gyaaa harussss banget ini di save buat nanti kalo ke jepang haha AAMIIIN

(Source: littlemisspaintbrush, via alexavie)

Jul 4, 2014

Kau Mau Tau Bagaimana Rasanya Jadi Aku?

catatanbesarku:

Kau mau tau bagaimana rasanya jadi aku?

Menahan nahan tangan untuk tidak menyentuhmu, untuk tidak membuka buka recycle bin yang berisi foto fotomu.
Nah. Melihat fotomu saja sudah bikin aku dikoyak rindu.

Dimakannya habis habisan badanku ini rasanya. Dibiarkan aku merana.

Aku rindu. Namun tidak mau bertemu. Bagaimanalah ini?

Betapa rasanya ketika melihat punggungmu dari jauh.

Dan aku merasa cinta. Sangat cinta.

Ingin cepat cepat memacu kaki dan berlari menujumu lalu mengatakan “aku pulang.”

Bahwa ketika kedua tatap kita tidak sengaja bertemu lalu aku mesti memastikan bahwa mataku lah yang paling pertama berpaling. Mencari cari spot kosong di lantai atau sekedar memainkan jari jari.
Sambil menahan rindu.
Sambil menyembunyikan cinta dari mataku.

Lalu ketika kau mencoba menghubungiku lewat sms untuk urusan yang penting seperti ucapan selamat lebaran atau sekedar menanya kabar, mati matian aku tahan jari jariku untuk tidak berkata rindu. Pun berkata kalimat penuh cinta. sebagai gantinya aku relakan dia menjadi kalimat datar. Tidak ada rasa.

Betapa aku ingin sekali menelponmu lalu berbincang bincang denganmu. Kau tau, sekedar mendengarkan suaramu saja aku sudah gembira seperti mahasiswa tahun tua yang besok mau wisuda.

Tapi itu semua tidak aku lakukan. Mati matian aku tahan. Mati matian aku sembunyikan meskipun aku rasa kau tetap tau.

Dengan sekuat tenaga aku jaga izzah ini karna Tuhan kita Yang Maha Agung tidak suka aku seperti itu. Tidak suka kalau hatiku ini diisi olehmu yang saat ini belum halal untukku.

Kalaulah bukan karna Dia, sudah lama aku lakukan semuanya.

Jul 4, 2014

FreeDay: Belajar Berlayar.

mbeeer:

image

*Terus? kalau udah tenggelam, yg salah siapa? pasti cowok. Cowok kan selalu salah.*

.

                                                           ===

.

"Jack.. Jack.. Aku kedinginan.." 

"Ya, aku tau itu Rose. Tetaplah bertahan, jangan sampai kau tertidur. Lawanlah rasa dingin itu, Rose"

"Jack apa kita akan selamat?"

"Rose, berjanjilah padaku kau akan tetap hidup. Hiduplah Rose, kamu berhak atas segala itu.."

.

Titanic.

Siapa yg tidak kenal adegan di atas? Adegan paling romantis kedua setelah Romeo dan Juliet pada jamannya. Adegan ini menceritakan tentang sepasang kekasih yg sedang terapung-apung di tengah lautan, terdiam di bawah gelapnya langit malam menunggu bantuan datang. 

Hanya karena tidak ingin menjadi beban pada sebilah pintu yg dijadikan sebagai pelampung, sang pemeran pria rela berenang di dalam air dan membiarkan kekasihnya berada di atas sebilah pintu agar tidak kedinginan.

Sungguh…
CEWEK EGOIS!!

Selain rasa kesel karena Jack Dawson harus mati pada film itu, rasa kesel gue yg paling besar kedua adalah karena banyaknya pemotongan adegan. Apalagi waktu lagi adegan ngelukis!

Ah! itu kan adegan paling.. paling.. ah sudahlah..

.

                                                         ===

.

Mas, mau nanya” Mendadak adek gue membuyarkan konsentrasi gue yg lagi nonton film juara ini.

"Kenapa?"

"Itu kenapa Nahkodanya bunuh diri?" adek gue kembali bertanya.

"Itu namanya tanggung jawab. Nanti kalau kamu udah besar, kamu pasti ngerti" Gue mencoba bicara bijak menyembunyikan rasa haru karena melihat Jack Downson mati tenggelam.

Setelah selesai menjawab pertanyaan adek gue yg satu itu, ntah kenapa mendadak pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang. Sebesar itukah tanggung jawab seorang pemilik kapal? Dan seberat itukah yg dinamakan dengan tanggung jawab?

Hmm, mungkin benar apa kata Paman Ben pada film Spiderman.

.

With a great power, comes a great responsibility.

-Uncle Ban (almarhum)

.

Kisah Titanic ini rasa-rasanya banyak sekali memberi pelajaran dalam segala aspek kehidupan, terutama cinta. 

ya, cinta.

Hal ini mengingatkan gue akan sebuah cerita tentang seorang anak laki-laki yg mempunyai cita-cita besar. Ia dengan sembrononya pernah berkata bahwa suatu saat dia akan berhasil mengarungi samudra. Dan hal konyol itu terus ia pegang teguh, sampai hari ini.

Beberapa tahun yg lalu, lelaki ini memutuskan untuk mulai merakit perahunya sendiri. Ia kumpulkan satu persatu bahan paling bagus yg pernah ia temukan. Ia susun sedemikian rupa agar mampu berlayar mengarungi lautan di dunia. Ia pernis kayunya, Dan ia bentangkan layarnya.

"Hari ini, akan menjadi hari yg bersejarah." ucapnya mantap sebelum berlayar.

.

Dengan kepolosan dan ketidaktahuannya mengenai kejamnya lautan, lelaki itu pergi meninggalkan daratan yg selama ini menjadi tempatnya tumbuh dewasa.

Saup-saup camar terdengar mengatarkannya pergi, cuaca siang itu pun tampaknya mendukung sekali. Matahari gagah bertengger di atas langit seakan mendukung pelayarannya. Angin darat yg berhembus kencang meniup layarnya hingga tak butuh waktu lama agar perahu kecilnya itu berada di lautan lepas.

Lalu kemudian ntah datangnya darimana, mendadak ia melihat kumpulan awan hitam legam berkumpul tepat di jalur tempat ia akan berlayar. 

Hujan mulai membasahi dirinya. Angin besar mulai menggoyangkan satu-satunya tiang perahunya tersebut. Dengan berjibaku di bawah guyuran hujan lebat, lelaki ini berusaha menggulung layarnya agar tidak lepas terhempas angin. 

Tapi ini sudah terlambat, tiang tempat layarnya dibentangkan itu rubuh dan menimbulkan lubang besar pada perahunya. Satu persatu paku yg menyatukan kayu perahunya kini mulai lepas dan meninggalkan sendinya.

Siang itu, badai benar-benar memporak-porandakan apa yg telah ia bangun selama beberapa tahun terakhir.

Tapi ternyata Tuhan itu baik, badai tak berlangsung lama. Badai itu akhirnya pergi meninggalkan lelaki tersebut hanyut sembari memeluk sebongkah kayu dari bekas perahunya sendiri. Ia lemas dan tak tau harus kemana.

Langit, lautan, dan Tuhan benar-benar mempermainkannya siang itu. 

.

                                                    ===

.

Menjelang malam, lelaki itu melihat sebongkah cahaya di lautan. 

"Ah DARATAN!!" Katanya semangat.

Dengan tenaga terakhirnya, ia berenang menuju arah cahaya tersebut. Tak peduli sebanyak apa luka yg tengah ia derita, tak peduli seletih apa dirinya, ia tetap semangat berenang menuju pulau tersebut.

Dan ternyata memang benar, itu memang sebuah pulau kecil dengan sedikit kehidupan di dalamnya. Sesampainya di pesisir pantai, orang-orang langsung merawat dirinya. Memberikan makanan, minuman, dan tempat tinggal.

"Benar-benar kota yg ramah" ucap lelaki itu dalam hati.

Tapi itu tidak berlangsung lama, paginya para penduduk berubah 180 derajat. Mereka mengusir lelaki tersebut. Mereka berkata bahwa ada saudagar kaya yg baru berlabuh, dan sayangnya pulau ini hanya cukup menampung satu pendatang baru saja.

Dan dengan tanpa penghormatan, lelaki itu dipaksa kembali berlayar hanya dengan perahu yg seadanya. Yg mungkin terkena ombak saja akan berhasil melubangi perahunya.

Tanpa bekal makanan, tanpa adanya kompas, dan tanpa adanya peta. Lelaki itu mengarungi lautan tanpa tau akan kemana ia berlayar.

.

                                                      ===

.

Belum terlalu lama berlayar, ombak besar menerjang perahunya. Membuatnya harus kembali terapung-apung pada sebongkah kayu pengayuh perahunya.

Ia diombang-ambingkan oleh laut, tubuhnya pucat karena dehidrasi. Luka pada sekujur kakinya kembali terbuka.

Sedang terkulai lemas memeluk kayu, mendadak datang sebuah kapal besar. Dari dalam sana terdengar suara seseorang wanita yg menyuruhnya naik keatas kapalnya.

Dan kembali sekali lagi lelaki ini telah diselamatkan. Perutnya kembali terisi oleh makanan, tenggorokannya kembali basah oleh minuman. Kali ini ia bertekat untuk tidak mengulangi kesalahan yg sama.

.

"Tolong ajari aku berlayar!" ucap lelaki kepada sang wanita cantik itu.

Dengan tersenyum lembut, wanita itu mengajaknya berlayar mengarungi samudra.

Ditengah-tengah perjalannya, wanita itu memberikan lelaki ini pelajaran perihal pelayaran. Ia mengajarkan bagaimana cara berburu ikan, bagaimana cara bertahan hidup, bagaimana cara membangun perahu yg kuat, bagaimana cara menemukan daratan, dan lain-lain.

Bertahun-tahun lelaki itu bersama kapal tersebut, dan bertahun-tahun juga wanita ini tak henti-hentinya mengajarkan ilmu yg membuatnya mampu bertahan hidup kelak.

 .

Hingga pada suatu hari, wanita itu bertanya kepada sang lelaki.

"Aku penasaran, setelah kita bersama cukup lama, aku jadi ingin tau apa cita-citamu?" kata wanita itu.

"Aku ingin mengarungi seluruh samudra!" jawabnya tegas

"Kamu ingin menaklukannya?" tanya wanita itu lagi

"iya, aku ingin jadi hebat sepertimu!"

Mendengar pernyataan tersebut, wanita itu hanya tersenyum.

"Aku beri satu nasehat. Suatu saat kamu tak akan bisa terus berlayar, dan ketika kamu masih memegang erat cita-cita bodohmu itu, maka kamu tidak akan pernah berhenti pada pemberhentian apapun." Jawabnya pelan.

.

Semenjak hari itu, wanita itu tak pernah lagi memberikan pelajaran kepada lelaki tersebut. Tiap hari mereka hanya mengarungi lautan kosong. Tidak ada tujuan, hanya berlayar dibawa angin yg menghempaskan layar.

Hingga pada suatu saat mereka berhenti pada suatu pulau. Menurunkan jangkar dan menyuruh semua awak kapal untuk pergi. Namun tidak kepada sang lelaki tersebut.

"Kamu tunggulah disini" ucap wanita itu kepada lelaki untuk tetap menunggui kapalnya. 

Kemudian hari dan bulan berlalu. Wanita tersebut tak lagi kembali ke kapal itu. Lelaki tersebut kebingunan. Dengan rasa penasaran, akhirnya ia pergi meninggalkan kapal untuk mencari wanita tersebut.

Belum sempat pergi jauh, ia menemukan sebuah tas kecil berisi surat dari wanita yg telah akrab dengannya itu. 
Dengan perlahan ia buka surat tersebut,

.

Jika kamu tengah membaca surat ini. Itu berarti aku telah lama pergi.

Selamat tinggal,
terimakasih telah menemaniku beberapa tahun ini. Sejujurnya, akulah yg tertolong karena menemukanmu.

Sebelum menemukanmu yg tengah terapung-apung itu, aku kehilangan arah, aku tak tau harus kemana. Dengan segala ilmu yg aku punya, aku tetap tak tau harus melakukan apa.

Dulu aku mempunyai mimpi yg sama sepertimu, mengarungi seluruh lautan. Tapi lihat, aku tidak mencapai apa-apa, aku tidak berhenti pada pemberhentian apa-apa.

Bertemu denganmu, adalah pemberhentian paling menyenangkan untukku.

Namun setelah tau kamu mempunyai mimpi yg sama, aku merasa bahwa aku bukanlah pemberhentianmu. Setelah semua ilmu yg aku ajarkan, ternyata aku bukanlah tujuan utamamu.

Kini aku telah pergi, seseorang telah berhasil menjadikan aku tempat pemberhentiannya.

Aku bahagia sekali, walau aku masih berharap kamulah yg menjadikan aku tempat pemberhentianmu. Berhentilah mencari yg terbaik, atau kamu tidak akan pernah berhenti pada pemberhentian apapun.

Kini dengan segala ilmu yg telah aku berikan, kamu bisa berlayar dan menjadi pengembara laut yg gagah luar biasa.

Tapi aku yakin suatu saat kamu akan merasakan apa yg aku rasakan dulu. Tak punya apa-apa, dan tak punya tempat untuk bercerita.

Segagah-gagahnya kamu nanti, kamu tetap tidak akan terlihat gagah jika kamu belum berhenti.

Maka dengan berbesar hati, aku mendoakanmu agar kelak kamu menemukan sosok tempat pemberhentian. Seperti waktu dulu aku menemukan kamu.

Dan berdoalah agar ia tidak mempunyai cita-cita yg sama sepertimu.

Salam.

.

                                                    ====

.

Beberapa bulan berlalu, akhirnya lelaki tersebut kembali berlayar dengan perahu peninggalan wanita tersebut.

Dirinya kini gagah mengarungi lautan, mengerti apa yg harus dilakukan dan kemana ia akan berlayar.

Pada suatu senja di tengah lautan, ia berdiri di ujung kapalnya, tersenyum menggenggam erat surat yg menjadi satu-satunya peninggalan nyata dari wanita yg pernah menyelamatkan nyawanya.

"Kini aku akan mencari orang yg mau menyelamatkanku. Seperti apa yg kamu lakukan dulu. Terimakasih"

.

.

                                                         ===

.

Dari kisah tadi kita bisa mengerti, bahwa terkadang disaat kita senang diselamatkan, ternyata saat itu kitalah yg sedang menyelamatkan.

Bisa diibaratkan bahwa perahu yg pertama laki-laki ini ciptakan adalah keberaniannya untuk mau jatuh cinta. Dengan persiapan bertahun-tahun, akhirnya ia berani untuk menjatuhkan hatinya pada perihal cinta.

Kemudian ia beranikan diri mengarungi kerasnya kehidupan. Keberanian kecilnya diuji dengan keadaan yg Tuhan jatuhkan. Sehebat apakah perahu kecil itu melawan Badai yg Tuhan berikan?

Lantas pulau pertama yg ia temui adalah Jatuh cintanya untuk pertama kali. Dan dari situ juga ia sakit hati untuk yg pertama kali.

Kemudian ketika ia putus asa karena terhempas oleh ombak keadaan. Datang kembali orang yg menyelamatkan. Mengajarkan kepadanya arti kepercayaan, mengejarkannya arti jatuh cinta, mengajarkannya kedewasaan, mengajarkannya kesabaran, mengajarkannya seluruh hal perihal kehidupan.

Ia terus menemani lelaki tersebut dengan anggun, dan dengan penuh kesabaran. Tapi ketika lelaki itu merasa sudah mampu berdiri sendiri, ia dengan sombongnya merasa tak butuh ilmu lagi.

Hingga tanpa ia sadari, suatu saat ia telah mengecewakan seseorang yg sangat mencintainya itu.

Dan pada akhirnya, lelaki ini memutuskan untuk kembali berlayar. Ia mengarungi lautan dengan bermodalkan ilmu yg telah ia dapatkan dari wanita yg sempat mencintainya.

Berharap suatu saat ia akan menemukan seseorang, dan mengajarkannya seluruh ilmu yg lelaki itu punya kepada sang penyelamatnya kelak.

So, gaes. Intinya adalah,
Dirimu yg sedang gagah berdiri sekarang ini, adalah hasil dari semua kisah-kisah burukmu di masa lalu.

Jadi, berterimakasihlah.
Karena terimakasih adalah wujud lain dari mensyukuri.
.
.
.
.
Oke, thats all gaes.
See you on next FreeDay.
Baybay~






Ah iya by the way, lelaki di atas itu gue.

Jul 4, 2014

"

Maukah bapak, mengijinkan putri bapak setiap hari bangun dan solat subuh bersama saya. Gak cuma solat subuh aja sih Pak,solat-solat lainnya dari solat wajib sampe tahajud juga saya yang jadi imam putri Bapak. Pagi-pagi putri Bapak bikin sarapan untuk saya, pas saya makan siang bekalnya dari putri Bapak, pulang kerja walaupun putri Bapak capek tapi masih menyempatkan bikin kopi tubruk sama masakan kesukaan saya. Kayaknya tiap hari sayaaaa melulu yang diurusin. Apalagi kalo saya sakit! Gakpapa ya Pak kalo saya demam yang bikinin bubur dan yang begadang semaleman ngompres jidat saya pake handuk basah sambil menggenggam tangan saya itu putri Bapak. Hanya putri Bapak seorang koq!

Maaf Pak kalau mulai ramadhan tahun ini mungkin putri Bapak gak bisa setiap hari nemenin tarawih, sahur sama buka puasa dirumah Bapak lagi. Nanti kalau Bapak kangen kolak sama pisang ijo spesial buatan putri Bapak, pasti kami kirimkan ke rumah koq buat Bapak dan Ibu. Malam takbiran sampai solat Ied kami insyaallah ada di rumah Bapak tapi maaf ya Pak kalau siangnya putri Bapak saya culik untuk berlebaran di rumah mertuanya. Kalau hari sabtu mungkin kami baru sempat berkunjung ke rumah Bapak siang hari karena paginya kami sibuk mengurus rumah dan calon anak-anak kami. Tapi tenang Pak,Bapak pasti saya temani nonton tinju dan begadang nonton bola sampai pagi!

Pak, kalau kelak putri Bapak sudah mulai ngidam calon anak saya, maaf nih Pak kalau saya ribet nanya2 Bapak dan Ibu gimana cara menghadapi putri Bapak yang lagi hobi muntah2 dan senewen ngidam rambutan padahal lagi gak musim. Maaf juga kalau saya tidak selalu menemani putri Bapak kontrol kehamilan karena terkadang ada kesibukan kerja yang tidak bisa ditinggal. Saya lembur cari uang cadangan Pak, kalau-kalau calon cucu Bapak harus lahir lewat operasi caesar. Kalo calon cucu Bapak sudah lahir nanti saya yang adzan ditelinganya,sama seperti dulu Bapak adzan di telinga putri Bapak yang sekarang jadi ibu anak saya. Bapak mau dipanggil apa? Kakek? Eyang? Mbah Kakung? Opa? Jangan cemburu ya Pak kalau cucu Bapak lebih dulu bisa bilang “papa” dibanding bilang “kukung”. Nanti Pak, kalau cucu Bapak sudah sedikit lebih besar, kita jalan-jalan sekeluarga. Jangan khawatir Pak sama kaki Bapak yang rheumatik dan asam urat, saya yang jadi supirnya. Bapak tinggal duduk manis aja sambil pangku si kecil.

Setelah itu selama bertahun-tahun ke depan pasti saya masih ngerepotin Bapak dan Ibu dengan segudang pertanyaan dan curhatan, mulai dari gimana cara ganti popok, gimana cara menghadapi cucu Bapak yang beranjak ABG, sampai sekian tahun kemudian saya curhat tentang cucu Bapak yang sudah mau meminang anak gadis orang.

Yah intinya sih,sebagai awalnya,mulai sekarang dan sekian tahun kedepan,saya mau minta ijin mengganti predikat putri Bapak sebagai istri saya sekaligus calon ibu anak-anak saya. Boleh gak Pak? Boleh yaa.. :)

Proposal itu harus jelas dan visioner bro! Lamaran panjang lebar versi alternatif dr buatan Yunus-Kinsi,haha! Ngelamar langsung ke cewek yg bersangkutan mah standar,tapi berani gak ngelamar kaya gini ke bapaknya si cewek? Peluang jantung deg2an gak karuan plus banjir keringet dingin sih lebih pol2an. Apalagi kalo bokapnya berkumis baplang dan doyan bawa badik :D

"

— Taste Buds :D (via rizkaamaliafulinda)

(via fitriarahmaani)